Jumat, 02 Desember 2011

Kisah Ibrahim bin Adham dengan Budaknya

 Kisah Ibrahim bin Adham dengan Budaknya
Menurut hikayat, Ibrahim bin Adham memiliki 72 orang budak. Ketika Ibrahim bertaubat dan kembali ke jalan Allah, maka dia membebaskan semua budaknya. Salah satu dari para budaknya masih suka minum minuman keras. Ketika bertemu dengan Ibrahim, budaknya yang sedan mabuk berkata,”Hai fulan, tunjukkan kepadaku dimana arah rumahku?”
Ibrahim menjawab,”Baiklah.” Kemudian Ibrahim menunjukkan salah satu kuburan.
Ketika pemabuk itu melihat kuburan tersebut, dia memukul Ibrahim dengan pukulan ang keras. Pemabuk itu bertanya,”Kataku, tunjukkan dimana rumahku, sedangkan kamu tadi menunjukkan kuburan kepadaku.”
Ibrahim berkata,”Wahai orang yang bingung, wahai orang yang kerdil akalnya, kuburan ini adalah rumah yang sebenarnya. Adapun rumah-rumah itu hanyalah rumah majaz, artinya bukan rumah sebenarnya.”
Maka kembali pemabuk itu memukul dengan memakai cambuk. Ketika pemabuk itu mencambuknya, Ibrahim berkata,”Semoga Allah mengampunimu.”
Pada sat keduanya aling bersitegang, tiba-tiba datang seorang laki-laki lain seraya berkata,”Wahai Fulan, apa yang kamu lakukan dengan memukul tuanmu yang telah membebaskanmu?”
Ternyata orang yang memukul itu tidak mengenal bahwa orang yang dipukul itu adalah tuannya sendiri. Pemukul itu bertanya,”Siapakah orang ini?”
Laki-laki yang datang itu menjawab,”orang yang kau pukul adalah tuanmu yang telah membebaskanmu, dia adalah Ibrahim bin Adham.”
Tatkala pemabuk itu mengetahui bahwa orang yang dipukul itu adalah orang yang membebaskannya, ia segeraturun dari kudanya dan memohon maaf kepada Ibrahim.
Ibrahim berkata,”Aku menerima dan memaafkanmu dan akan membalas kebaikanmu.”
Orang yang mabuk itu berkata,”Wahai tuanku, aku telah memukulmu dan menyakitkanmu akan tetapi engkau malah berdoa dengan doa yang baik, engkau berkata di setiap pukulan, mudah-mudahan Allah mengampunimu.”
Ibrahim berkata,”Bagaimana aku tidak mendoakanmu dengan doa yang baik sedang pukulanmu menyebabkan aku masuk surga?”

Dikutip dari Oase Spiritual 3,
M. syaiful Bahri dan M. Irham Zuhdi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar